Hal apapun akan terasa indah bagi orang- orang yang bersyukur. Lihatlah betapa keajaiban selalu melingkupi kehidupan orang-orang yang penuh syukur dan tidak lupa melihat kebawah, dalam menyikapi sebuah masalah yang datang dalam hidupnya. Tidak seperti air yang beriak, dia tidak mudah berteriak, marah ataupun menggerutu dengan apapun yang datang kepadanya, kecuali malah dipersilahkannya mendidik dirinya agar menjadi lebih indah.
Minggu, 25 September 2011
Keajaiban Bersyukur Dan berpikir Positif
Hal apapun akan terasa indah bagi orang- orang yang bersyukur. Lihatlah betapa keajaiban selalu melingkupi kehidupan orang-orang yang penuh syukur dan tidak lupa melihat kebawah, dalam menyikapi sebuah masalah yang datang dalam hidupnya. Tidak seperti air yang beriak, dia tidak mudah berteriak, marah ataupun menggerutu dengan apapun yang datang kepadanya, kecuali malah dipersilahkannya mendidik dirinya agar menjadi lebih indah.
Kamis, 22 September 2011
Rabu, 21 September 2011
KIAT MENGGAPAI KETENTRAMAN JIWA
Sejalan dengan makin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka berbagai persoalan yang dihadapi umat manusia pun semakin bertambah .Seiring meningkatnya persoalan ini akan berdampak pula pada kondisi kejiwaan setiap orang. Tidak sedikit orang mengadapi beragam terpaan persoalan tuntutan hidup, yang bermura pada pesimis untuk mengadapi samudra kehidupan.
Minggu, 04 September 2011
Sembilan Wasiat Rasulullah
Refleksi Pemikiran K.H.M. Idris Djauhari, Al Amien Prenduan Madura
Dalam Kitab “Misykat al-Mashobih” lit-Tibriziy, Kitab “Al-‘Aqd al-Farid” lil Andalusy, Kitab “Al-Bayan wa at-Tabyin” lil Jaahidh, dan Kitab “Bahjah al-Majalis” li Ibni Abdil Bar disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda : Tuhanku telah berwasiat kepadaku dengan 9 perkara, dan aku wasiatkan kepada kalian (untuk melaksanakannya) : Tuhanku berwasiat
Minggu, 28 Agustus 2011
Tangisan Seorang Mukmin
(ditulis oleh: Al-Ustadz Zainul Arifin)
Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri t berkata:
“Barangsiapa yang ilmunya membuat dia menangis, maka dia seorang yang alim.” Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepadanya, mereka menyungkurkan muka mereka sambil bersujud.” (Al-Isra: 107)
Dan Allah berfirman:
“Apabila dibacakan ayat-ayat Ar-Rahman (Dzat yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis.” (Maryam: 58) (Mawa’izh lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 132-133)
Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri t berkata:
“Andai seseorang menangis pada sekumpulan manusia karena takut kepada Allah, niscaya mereka dirahmati semuanya.”
“Tidak ada satu amalanpun kecuali ada timbangannya yang jelas kecuali menangis karena takut kepada Allah. Allah tidak membatasi sedikitpun nilai dari setiap tetes air matanya.”
Dan beliau juga berkata: “Tidaklah seseorang menangis kecuali hatinya menjadi saksi akan kebenaran atau kedustaan dia.” (Mawa’izh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 109)
Abdul Karim bin Rasyid t berkata:
Aku pernah berada di majelis Al-Hasan Al-Bashri, kemudian ada yang menangis dengan mengeraskan tangisannya. Maka Al-Hasan berkata: “Sesungguhnya sekarang setan telah membuat orang ini menangis.” (Mawa’izh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 152)
Al-Imam Fudhail bin ‘Iyyadh t berkata:
“Menangis itu bukanlah dengan tangisan mata (saja). Akan tetapi dengan menangisnya hati. Sungguh, ada seseorang yang terkadang kedua matanya menangis sementara hatinya mengeras. Karena tangisan seorang munafiq adalah dengan kepalanya bukan dengan hatinya.” (Mawa’izh lil Imam Al-Fudhail bin ‘Iyyadh, hal. 54)
Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri t berkata:
“Barangsiapa yang ilmunya membuat dia menangis, maka dia seorang yang alim.” Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepadanya, mereka menyungkurkan muka mereka sambil bersujud.” (Al-Isra: 107)
Dan Allah berfirman:
“Apabila dibacakan ayat-ayat Ar-Rahman (Dzat yang Maha Pemurah) kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan sujud dan menangis.” (Maryam: 58) (Mawa’izh lil Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 132-133)
Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri t berkata:
“Andai seseorang menangis pada sekumpulan manusia karena takut kepada Allah, niscaya mereka dirahmati semuanya.”
“Tidak ada satu amalanpun kecuali ada timbangannya yang jelas kecuali menangis karena takut kepada Allah. Allah tidak membatasi sedikitpun nilai dari setiap tetes air matanya.”
Dan beliau juga berkata: “Tidaklah seseorang menangis kecuali hatinya menjadi saksi akan kebenaran atau kedustaan dia.” (Mawa’izh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 109)
Abdul Karim bin Rasyid t berkata:
Aku pernah berada di majelis Al-Hasan Al-Bashri, kemudian ada yang menangis dengan mengeraskan tangisannya. Maka Al-Hasan berkata: “Sesungguhnya sekarang setan telah membuat orang ini menangis.” (Mawa’izh lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 152)
Al-Imam Fudhail bin ‘Iyyadh t berkata:
“Menangis itu bukanlah dengan tangisan mata (saja). Akan tetapi dengan menangisnya hati. Sungguh, ada seseorang yang terkadang kedua matanya menangis sementara hatinya mengeras. Karena tangisan seorang munafiq adalah dengan kepalanya bukan dengan hatinya.” (Mawa’izh lil Imam Al-Fudhail bin ‘Iyyadh, hal. 54)
Minggu, 24 Juli 2011
KISAH NYATA
"Abang! Ini adalah takdir Allah s.w.t. Kita terima bang dengan penuh redha." Ujur si isteri kepada suami sambil meriba anak cacat yang baru dilahirkan itu. "Ahhh!! Begitu mudah kau kata takdir. Ini adalah akibat dirimu yang sial, maka lahirlah anak yang cacat ini...!" jawab suami menafikan kata-kata isterinya.
Si suami terus marah-marah menyalahkan isterinya. Kelahiran anak cacat yang tidak diingini itu kononnya berpunca dari si isteri, isteri yang membawa sial. Isteri bawa malu kepada suami dan seluruh keluarganya.
"Keturunan abang adalah molek-molek belaka. Tak ada yang cacat seperti anak kau ini." berleter si suami dengan bibir mencebik menghina isteri. Isteri terdiam kaku. Dia tidak mahu bersuara lagi. Dia hanya terus menangis dan terus menangis. Itulah bermulanya detik kepahitan hidup yang dirasai oleh seorang ibu muda. Mimpi indah selama ini telah padam dan diganti dengan kepahitan. Derita dan susah. Dirinya dihina dan dicemuh oleh suami sendiri.
Al Qur'an
Al-Qur'an Widget by Blogger Tutorial Blog
I Love Allah





